Perjalanan Terberat adalah perjalanan ke Masjid

July 2, 2018 mastiyok No comments exist

Mungkin banyak di antara kita yang sanggup mengikuti acara lari marathon, acara sepeda, mampu nge-gym di fitness center, bahkan bermain bola di lapangan yang luas, dan tidak merasakan capek. Bahkan bersenang-senang dengan semua itu. Belum lagi di antara kita ada yang senang bekerja di kota-kota yang sibuk, bangun pagi mengejar agar tidak tertinggal jadwal transportasi umum, berusaha sekuat tenaga untuk sampai ke puncak karir, kalau perlu sampai lembur-lemburan.

Bukankah ke semua itu membutuhkan langkah kaki yang tidak sedikit? Bukankah banyak energi dan pikiran yang mereka curahkan untuk itu semua? Jarak yang tidak pendek, waktu yang tidak sedikit, beban yang mungkin terus dipikirkan sampai terbawa di mimpi. Mudah sekali bagi kita untuk melakukan semua itu.

Tapi saat Adzan berkumandang di masjid dekat rumah kita, dekat tempat bekerja kita, dekat tempat aktivitas kita. Mudahkah bagi kita untuk menghentikan aktivitas yang kita senangi lalu mengambil air wudhu dan segera berjalan ke masjid untuk shalat? Jawabannya adalah terlihat dari berapa persen dari sekian banyak masyarakat kita yang pergi ke masjid.

Adakah 50%?
mungkin tidak,
30% atau 20%?
mungkin tidak,
bahkan mungkin kurang dari 10% seluruh masyarakat Islam di Indonesia ini yang langsung beranjak untuk menunaikan shalat di masjid saat adzan dikumandangkan.

Kenapa begitu berat untuk berjalan ke masjid dan shalat di sana?
Karena dalam melakukannya membutuhkan iman.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *